Posts

Suara-Suara

Malam ini, punggung tak bisa lagi tegak. Kepala sulit mendongak. Padahal seminggu kemarin sedang sangat percaya diri soal postur. Di perjalanan menjelang tengah malam menuju rumah, segala kemungkinan terburuk muncul di kepala. Hingga aku takut. Lalu tak henti menyebut nama-Nya di dalam hati. Berusaha sekuat mungkin untuk tetap positif. Malam ini, tiba-tiba sangat tidak ingin menunjukkan apapun. Padahal bahannya lumayan banyak. Padahal beberapa jam lalu sudah disusun rencananya. Aku sedang sejatuh-jatuhnya, selemah-lemahnya. -BAS-

Tumbang

Mulai benar-benar minder dengan pertemanan ini. Mencoba memberi kabar bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya ada yang tau jika suatu saat terjadi apa-apa. Tapi cerita mereka terlihat jauh lebih seru untuk yang lainnya. -BAS-

Mundur

Jujur mulai minder dengan pertemanan ini. Bukan sebagai siapa-siapa di pekerjaan. Ga bisa cerita apa-apa ke mereka. Ga ada yang bisa diceritain, apa lagi dibanggakan. Terlalu malas untuk ambil bagian lebih jauh di organisasi dan volunteering . Masih sangat ragu untuk lanjutin kuliah, apa lagi di luar. Belum punya cukup biaya. Masih banyak yang harus ditanggung. Ga pede untuk ngobrol in english . Bahkan monster baik hati menghilang dengan alasan tes BUMN dan nyiapin S2. Sedang aku berteman hanya untuk haha-hihi, berlindung dari pikiran mumet seorang pekerja ga tau waktu. Belum kepikiran menikah tapi ga mau kesepian. Cuma sedang berharap bisa bertahan dan berkembang di sini, sementara beberapa start up di luar sana sedang tidak baik-baik saja.  Aku ga ada apa-apanya kan? -BAS-

Sela

Tiga hari penuh tanpa kerja, Bertemu orang-orang yang menikmati jeda. Malam di ujung liburan, Indah di kejauhan, Ribuan bintang di daratan, Intan-intan di permukaan, Ragam rupa di jalanan dan perhentian, Tanggung jawab yang seolah dibebankan, Permintaan yang teralihkan, Penantian dan berkali rencana yang diabaikan. Semuanya membawa pikirku pada satu hal. Jika yang menemani sehidup semati adalah cerminan diri, dan jika aku sudah sangat berusaha untuk menjadi Aku yang benar-benar aku inginkan, akankah ada kesempatan untuk mendapatkan seseorang yang memang benar-benar aku inginkan? *** Aku masih berharap jika monster baik hati benar-benar baik hati. Padaku. -BAS-

Eta Akuarid

Aku muncul di media sosial sebagai tanda kepada dunia bahwa aku baik-baik saja; bahwa hidupku masih berjalan normal. Kamu tidak perlu khawatir jika suatu hari aku muncul dengan lagu yang terdengar galau. Itu masih jauh lebih baik. Di malam menuju pergantian tahun, akhirnya aku bertemu rambut putih pertama -- yang tak sengaja tercabut saat aku menarik-narik rambut karena kepala sebelah kanan terasa mau pecah beberapa minggu ini.  Terima kasih sudah menjadi mata-mata bagi kehidupanku. Aku terharu. Setidaknya ada yang tahu sedikit keadaannya. Terkadang aku kesal pada diriku sendiri -- saat aku merasa terlalu banyak berbagi pada orang yang akhirnya aku anggap bukan yang seharusnya. *** Sulit sekali mencari daftar putar yang pas untuk malam ini. Aku mau melihat Eta Akuarid. Hanya mau. Ia selalu aku tunggu-tunggu. Hanya ditunggu tapi tidak dicari. -BAS-

Lesap

Sudah ke berapa kali aku bilang kalau aku sibuk? Maaf, bukan maksudnya mau menghindar. Hanya saja, sedang merasa sulit untuk ramah. Hanya sedang merasa bahwa kehidupan orang-orang masih akan tetap berjalan walau aku tak hadir; keseruan dan permainan akan lebih mengalir; kebebasan tidak dibatasi; waktu bisa tetap bebas bergulir. Merasa hanya perlu melakukan sesuatu yang aku anggap seharusnya aku lakukan. Memang tidak ada yang harus dipaksakan bukan? Semoga tak salah paham. -BAS-

Rumah

Mungkin aku akan segera kembali beberapa hari lagi. Setelah beberapa minggu yang sangat menguras setiap mili tenaga dan pikiran yang aku punya -- yang masih berlanjut mungkin sampai beberapa minggu ke depan.  Hari ini pun sama seperti sebelumnya, bingung memilih menu berbuka sekaligus sahur bahkan sejak siang hari. Jadi aku bisa langsung order beberapa menit sebelum jam 4 -- sebelum aku kehabisan bapak kurir seperti waktu itu, yang membuatku akhirnya baru bisa makan jam 9 malam. Malam ini aku berhasil makan takoyaki, yang sudah aku ingin sejak beberapa hari. Setelah itu, memilih diam tanpa mengerjakan apa pun, menunggu si monster baik hati muncul memberi kabar. Dia yang memintaku untuk tinggal lebih lama. Supaya kita bisa saling menemani sebagai sesama orang asing di kota ini. Lalu tiba-tiba saja menghilang. Aku harap ia baik-baik saja. Seharusnya ia banyak diidolakan. Jadi aku tak perlu khawatir dia kesepian. *** Lalu air mata bisa tiba-tiba jatuh saat tiba-tiba seseorang men...