"Di sini, aku ga berhak memiliki hak," seseorang bicara padaku. Hari ini dia sangat cerewet. Memang selalu begitu. Seseorang ini senang sekali mengajakku bicara. Padahal responku selalu hanya diam. "Tapi aku tau kamu memikirkan omonganku," katanya. Hari ini ia banyak bercerita. Waktu aku kecil, pantatku tersundut obat nyamuk bakar waktu terjatuh saat aku bermain-main di dekatnya. Sakit. Panas. Tapi aku tidak menangis seperti yang anak kecil lain biasa lakukan. Aku hanya melihat ke arah adik laki-lakiku yang saat itu langsung terdiam lama sambil melihatku, meletakkan telunjuk di depan bibir, memberikan pesan agar ia diam dan tidak bilang pada ibu. Aku sangat takut dimarahi. Pertama kali saat sakit tidak biasaku muncul, awalnya aku tidak berani bilang apa-apa. Sebetulnya, aku sangat merasa kalau itu bukan sakit yang biasa. Agak menakutkan kalau aku rasakan dari tanda-tandanya. Aku tidak berani bilang. Takut aku disalahkan. Takut pola hidupku di asrama yang ak...