Posts

Di Ujung Perjalanan

Aku sedang melalui perjalanan panjang. Sudah lama aku berjalan. Tinggal sedikit lagi hingga aku sampai di tujuan. Namun justru di sinilah ujian yang sebenarnya. Puncak dari segala ujian yang pernah aku lalui selama perjalanan. Medan semakin sulit. Jalanan semakin terjal. Berbatu tajam, tak ramah. Kendaraanku pun tak bekerja seperti yang aku harapkan. Aku harus mendorongnya. Ditambah beban di dalamnya yang semakin berat, kumpulan dari bekal yang aku temukan dan kumpulkan selama perjalanan. Cuaca begitu ekstrim tak bersahabat. Dan kini aku harus melaluinya sendiri. Aku jadi teringat bahwa aku pernah mendampingi seseorang dalam keadaan yang sama. Walaupun tak membantunya langsung. Tak ikut mendorong kendaraannya. Hanya ikut berjalan di sisinya. Hanya berusaha untuk menyediakan apa yang ia butuhkan. Ia sudah berhasil melalui puncak. Dan saat itu pula aku diminta berhenti menemaninya. Kini ia sedang melakukan perjalanan baru. Dengan ujian-ujian baru. Bertemu orang-orang baru. B...

Tentang Seorang Wanita dan Kesederhanaannya

Kukenalkan kau pada seorang wanita biasa. Wanita sederhana yang sebisa mungkin membuat semuanya serba sederhana. Jika itu tak mengganggu kehidupannya, kenapa harus dipermasalahkan? Ia benci ketika orang-orang membuat sebuah pertanyaan yang seharusnya selesai saat dijawab justru diperumit dengan pertanyaan-pertanyaan lain atau pernyataan-pernyataan lain yang berujung tak menjawab pertanyaan utama. Ia tak suka ketika orang lain memperumit dirinya sendiri dengan mendebatkan urusan orang yang sebenarnya hanya masalah sepele yang tak perlu dibahas. Ia acuh. Hanya tertarik dengan apa yang ingin ia ketahui. Kadang terlihat terlalu antusias bahkan hanya pada obrolan biasa, kadang langsung berlalu pergi tanpa melirik sedikit pun. Wanita itu suka bermain peran. Ia sibuk berkeliling dari satu panggung ke panggung lain. Kadang jadi pemeran utama, kadang cameo saja. Kadang perannya tertukar, tak sesuai dengan panggungnya. Namun ia masih bisa mengatasinya. Improvisasinya bagus. Penonton, ba...

Halaman Khusus

Bolehkah halaman ini menjadi salah satu media untuk menyembunyikan rasa? Menjadi ruang-ruang bagi setiap kalimat yang sangat tak suka untuk kuucap. Menempatkan rahasia agar udara sekalipun tak tau betapa lemahnya hati ini. Jika orang-orang melihatku lain dari sebelumnya, ketahuilah, dia memiliki peran dibalik itu semua. Alasan dibalik setiap pemikiran baru adalah dia. Sebab setiap perubahan tingkah laku pun masih dia. Keputusan untuk menjadi lebih dewasa lagi karena dia. Setiap kemajuan yang aku buat, ada sosok dia dibaliknya walaupun setitik. Aku tau yang aku perbuat tak akan mengubah apapun. Hanya menjadikanku sebagai sosok yang lebih baik. Ya, alasan aku tetap melanjutkan walaupun tujuannya kini berbeda. Aku sadar dia bukanlah orang tanpa gengsi yang akan menarik kembali kata-katanya. Bukannya aku tak pernah mencoba kan? Aku yakin dia tahu bahwa aku pernah melepas semua gengsiku. Namun tak cukup untuk meruntuhkan pertahanan dan keyakinannya. Aku sadar. Maka aku selalu b...

Sebuah Surat

Hai, orang-orang terdekat. Bagaimana pertemuan kita hari ini? Bagaimana bincang-bincang kita hari ini? Bagaimana permainan dan keseruan kita hari ini? Orang-orang termenyenangkan,  Maafkan jika hari ini aku tak semenyenangkan biasanya. Maafkan jika tawaku tak selepas biasanya. Ampuni jika kata-kataku tak semenyakitkan biasanya. Maaf aku jauh lebih diam hari ini. Teruskan saja keseruan-keseruan yang memang seharusnya ada. Kekhawatiran kalian justru membuatku tak nyaman. Tawa kalian bisa sedikit memperbaiki kondisiku untuk sementara waktu. Orang-orang yang selalu peduli, Hari ini tetap menyenangkan, kan? Hari ini tetap menghibur kalian semua, kan? Senyumku memang terkadang lebih sinis dari biasanya, tapi masih dalam batasan aku yang normal, kan? Senang mendengar kalian tak terganggu. Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan. Salam, Dari orang yang tak ingin kalian mengetahui kondisi fisik dan hatinya. -BAS-

Cerita Seorang Pelayan Restauran: Perubahan Sempurna

Hari minggu ini aku bertugas seperti biasa. Restauran buka jam 1 siang, saat awan-awan mulai bergerombol di langit menyembunyikan sinar matahari yang sejak tadi pagi bersinar cerah. Aku duduk di belakang meja tempat para pelanggan memesan makanan maupun minuman. Seperti biasa, orang-orang berdatangan, memesan beberapa makanan dan minuman, memilih tempat duduk, kemudian sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Berkumpul mendiskusikan sesuatu ataupun sibuk dengan gadget -nya masing-masing mengerjakan sesuatu. Seperti biasa pula aku berkeliling, mengantarkan pesanan. Tak lama, gerimis mulai turun disertai munculnya seorang gadis dari gerbang restauran. Ia menghampiri kami. Yang ia pesan hanya segelas susu murni dingin dengan rasa plain . Aku melihat setitik semangat di matanya. Terpancar pula dari senyumnya yang ramah. Ia memilih tempat duduk di pojok. Bukan tempat duduk yang biasa dipilih orang yang datang sendiri, bisa ditempati hingga empat orang. Bahkan di sana tidak dilengkapi st...

Lagu Angin

Pernah terlarut dalam lirik sebuah lagu? Malam ini, seorang wanita hanya berbaring di atas kasur. Menatap langit-langit kamar yang polos, sambil berusaha menghindari silau cahaya lampu yang membuat mata mengeluarkan cairan bening alaminya. Jendela kamar yang terbuka di samping kasur memberi jalan bagi angin malam untuk masuk. Berhembus, menemani wanita yang terus membatu sejak setengah jam lalu. Handsfree masih menyambungkan telinga dengan handphone yang mengalunkan lagu yang sama, juga sejak setengah jam yang lalu. Wanita ini terdiam memeluk gitar kecilnya. Meresapi lirik-lirik dan bayangan yang terbangun dari setiap katanya. Kedatangan tiga teman yang tiba-tiba berkumpul di ruangan itu pun tak mengubah suasana hatinya yang mendadak kelabu sejak ia mendengarkan lagu itu.  Tak lama, wanita itu kembali sendiri. Kamar itu tetap terasa sepi. Ia benci suasana ini. Ingin keluar, namun angin malam tetap menjebaknya dalam diam. Kau pernah bilang, kau mengenalnya dengan sopa...

Suara Langit, Mengudara di Cakrawala Indonesia

Image
Indonesia, negeri dengan kekayaan melimpah, membuat iri bangsa lain. Semuanya ia punya. Bahan makanan, air, bahkan udara yang segar. Kekayaan alam, bahan tambang, perhiasan, bahkan spesies hewan dan tumbuhan. Ia bisa mandiri jika ia menginginkannya. Bukan ia yang membutuhkan negara lain. Namun negara lain yang membutuhkannya dengan segala kebutuhan hidup manusia yang ia miliki. Suatu saat, ia bisa berdiri sendiri dengan kekuatannya. Saat ini, ia masih berjuang. Berusaha untuk sadar akan kekuatannya, memanfaatkan kekuatan tersebut hingga kekurangannya dapat ia tutupi.  Perubahannya ia wujudkan dalam pembangunan. Berbagai sektor ia kembangkan. Infrastruktur, sumber daya manusia, ia perkuat. Indonesia, negeri yang sangat nyaman bagi umat manusia. Terus menerus mendapat pasokan energi utama sepanjang tahun. Perbedaan energi antara siang dan malam tak begitu besar hingga iklimnya sangat nyaman ditempati. Perubahan cuaca tidak terlalu ekstrim, mendukung berbagai kegiatan manusia...