Posts

Bahagia dalam Gelap

Sumber kebahagiaan orang-orang berbeda-beda. Cara mengekspresikannya pun berbeda-beda. Pernah lihat orang yang berteriak keras bahkan sampai menangis terharu saat bertemu artis idolanya? Atau tawa dan teriakan bahagia anak-anak saat dibelikan mainan baru oleh orang tuanya? Atau seruan para lelaki saat tim kesayangannya memenangkan pertandingan? Atau bahkan tangis haru seorang ibu saat anaknya naik ke podium menerima piala? Aku bisa bahagia dalam gelap. Gelap yang sangat gelap hingga aku bisa melihat cahaya-cahaya bintang yang redup sekalipun. Menjadikan langit terlihat begitu penuh oleh cahaya-cahaya kecil saling beradu kilauan. Kebahagiaan luar biasa saat tak disilaukan oleh dunia yang begitu menggoda dan bisa menyesatkan.  Orang-orang kebanyakan tak suka gelap. Gelap identik dengan sesuatu yang menyeramkan. Tempat kejahatan bersembunyi dan siap muncul ke permukaan saat ada kesempatan. Dan saat itu tak banyak orang yang akan mengetahuinya. Karena orang-orang kebanyakan me...

Bulan di Balik Awan

Malam ini, bulan hanya menampakkan setengah wujudnya. Kenapa? Karena hanya itu yang ia mampu. Tak memaksakan untuk tampil seluruhnya. Ia bisa saja tampak bulat utuh, indah menawan, menerangi bumi dalam kegelapan. Namun sekarang bukan waktunya. Apalagi awan berusaha menutupinya. Ia tau waktu yang tepat. Waktu yang mendukungnya menawan tanpa terlihat sombong. Waktu dimana keadaanlah yang menunjukkan keistimewaannya, kehebatannya, tanpa diminta, ataupun dipaksa. Waktu saat ia bisa muncul perlahan di antara awan yang sedikit demi sedikit ditiup angin. Pihak lain yang tau pesona bulan dan membantunya menunjukkan pada saat yang tepat, tanpa bulan minta. *** Hari ini seseorang disadarkan oleh gadis kecil dan ibunya. Sederhana saja yang mereka ajarkan.  Pahami apa yang kamu katakan. Katakan apa yang kamu pahami. Lebih sederhana karena merupakan materi yang baru seminggu lalu juga terus menerus disampaikan oleh seorang bapak yang ingin orang-orang serius dalam studinya. Kena...

Bintang Warna-Warni

Bintang warna-warni malam ini indah. Menghiasi hitam pekatnya langit tengah malam. Aku disini, salah satu tempat manusia-manusia mengemisikan jutaan bintang warna-warni ke langit malam. Indah. Seharusnya aku bahagia. Karena di sisi lain, mimpiku yang lain juga terwujud di waktu yang sama. Mengejutkan karena justru terjadi di detik berakhirnya tahun. Malam ini aku mengiringi, juga menemani, muda-mudi melewati malam yang pasti akan sangat berarti. Riuh tepuk tangan terkadang mengiringi saat kami menyelesaikan rangkaian nada. Meja-meja itu memang untuk kumpulan-kumpulan orang. Namun kebanyakan bangkunya tak tersadar terbagi-bagi lagi. Lebih rapat dua-dua. Mereka bercanda mesra, kadang menjelekkan sahabat di depan pasangannya. Ah, dasar sahabat. Aku selalu memimpikan malam penuh bintang warna-warni seperti ini. Dan ini malam pergantian tahun ke berapa sejak kita memimpikannya bersama? Seharusnya aku senang bisa mewujudkannya. Mungkin kamu juga mewujudkannya sekarang. Di tempat...

Di Ujung Perjalanan

Aku sedang melalui perjalanan panjang. Sudah lama aku berjalan. Tinggal sedikit lagi hingga aku sampai di tujuan. Namun justru di sinilah ujian yang sebenarnya. Puncak dari segala ujian yang pernah aku lalui selama perjalanan. Medan semakin sulit. Jalanan semakin terjal. Berbatu tajam, tak ramah. Kendaraanku pun tak bekerja seperti yang aku harapkan. Aku harus mendorongnya. Ditambah beban di dalamnya yang semakin berat, kumpulan dari bekal yang aku temukan dan kumpulkan selama perjalanan. Cuaca begitu ekstrim tak bersahabat. Dan kini aku harus melaluinya sendiri. Aku jadi teringat bahwa aku pernah mendampingi seseorang dalam keadaan yang sama. Walaupun tak membantunya langsung. Tak ikut mendorong kendaraannya. Hanya ikut berjalan di sisinya. Hanya berusaha untuk menyediakan apa yang ia butuhkan. Ia sudah berhasil melalui puncak. Dan saat itu pula aku diminta berhenti menemaninya. Kini ia sedang melakukan perjalanan baru. Dengan ujian-ujian baru. Bertemu orang-orang baru. B...

Tentang Seorang Wanita dan Kesederhanaannya

Kukenalkan kau pada seorang wanita biasa. Wanita sederhana yang sebisa mungkin membuat semuanya serba sederhana. Jika itu tak mengganggu kehidupannya, kenapa harus dipermasalahkan? Ia benci ketika orang-orang membuat sebuah pertanyaan yang seharusnya selesai saat dijawab justru diperumit dengan pertanyaan-pertanyaan lain atau pernyataan-pernyataan lain yang berujung tak menjawab pertanyaan utama. Ia tak suka ketika orang lain memperumit dirinya sendiri dengan mendebatkan urusan orang yang sebenarnya hanya masalah sepele yang tak perlu dibahas. Ia acuh. Hanya tertarik dengan apa yang ingin ia ketahui. Kadang terlihat terlalu antusias bahkan hanya pada obrolan biasa, kadang langsung berlalu pergi tanpa melirik sedikit pun. Wanita itu suka bermain peran. Ia sibuk berkeliling dari satu panggung ke panggung lain. Kadang jadi pemeran utama, kadang cameo saja. Kadang perannya tertukar, tak sesuai dengan panggungnya. Namun ia masih bisa mengatasinya. Improvisasinya bagus. Penonton, ba...

Halaman Khusus

Bolehkah halaman ini menjadi salah satu media untuk menyembunyikan rasa? Menjadi ruang-ruang bagi setiap kalimat yang sangat tak suka untuk kuucap. Menempatkan rahasia agar udara sekalipun tak tau betapa lemahnya hati ini. Jika orang-orang melihatku lain dari sebelumnya, ketahuilah, dia memiliki peran dibalik itu semua. Alasan dibalik setiap pemikiran baru adalah dia. Sebab setiap perubahan tingkah laku pun masih dia. Keputusan untuk menjadi lebih dewasa lagi karena dia. Setiap kemajuan yang aku buat, ada sosok dia dibaliknya walaupun setitik. Aku tau yang aku perbuat tak akan mengubah apapun. Hanya menjadikanku sebagai sosok yang lebih baik. Ya, alasan aku tetap melanjutkan walaupun tujuannya kini berbeda. Aku sadar dia bukanlah orang tanpa gengsi yang akan menarik kembali kata-katanya. Bukannya aku tak pernah mencoba kan? Aku yakin dia tahu bahwa aku pernah melepas semua gengsiku. Namun tak cukup untuk meruntuhkan pertahanan dan keyakinannya. Aku sadar. Maka aku selalu b...

Sebuah Surat

Hai, orang-orang terdekat. Bagaimana pertemuan kita hari ini? Bagaimana bincang-bincang kita hari ini? Bagaimana permainan dan keseruan kita hari ini? Orang-orang termenyenangkan,  Maafkan jika hari ini aku tak semenyenangkan biasanya. Maafkan jika tawaku tak selepas biasanya. Ampuni jika kata-kataku tak semenyakitkan biasanya. Maaf aku jauh lebih diam hari ini. Teruskan saja keseruan-keseruan yang memang seharusnya ada. Kekhawatiran kalian justru membuatku tak nyaman. Tawa kalian bisa sedikit memperbaiki kondisiku untuk sementara waktu. Orang-orang yang selalu peduli, Hari ini tetap menyenangkan, kan? Hari ini tetap menghibur kalian semua, kan? Senyumku memang terkadang lebih sinis dari biasanya, tapi masih dalam batasan aku yang normal, kan? Senang mendengar kalian tak terganggu. Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan. Salam, Dari orang yang tak ingin kalian mengetahui kondisi fisik dan hatinya. -BAS-